{"id":796,"date":"2025-11-11T02:45:16","date_gmt":"2025-11-11T02:45:16","guid":{"rendered":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/?p=796"},"modified":"2025-11-13T01:23:43","modified_gmt":"2025-11-13T01:23:43","slug":"bersyukur-dan-qanaah-kunci-hidup-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/2025\/11\/11\/bersyukur-dan-qanaah-kunci-hidup-bahagia\/","title":{"rendered":"Bersyukur dan Qana\u2019ah Kunci Hidup Bahagia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"579\" src=\"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/67\/2025\/11\/pengajian-gondangan-1024x579.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-797\" srcset=\"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/67\/2025\/11\/pengajian-gondangan-1024x579.jpg 1024w, https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/67\/2025\/11\/pengajian-gondangan-300x170.jpg 300w, https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/67\/2025\/11\/pengajian-gondangan-768x434.jpg 768w, https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/67\/2025\/11\/pengajian-gondangan.jpg 1040w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap orang memiliki ujian dan nikmat masing-masing. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam selalu bersyukur dan memiliki sifat qana\u2019ah, yakni merasa cukup atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustadz Yudi,SE dalam tausiyah di Masjid Gondangan Sendangadi Mlati Sleman, Kamis 6\/11\/25.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ceramahnya, disampaikan sabda Rasulullah dari Abdullah bin Al-\u2018Ash: \u201cSungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana\u2019ah dengan rezeki tersebut\u201d (HR. Ibnu Majah No. 4138). Hadis ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari hati yang merasa cukup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penceramah juga mengingatkan kisah sederhana tentang rasa syukur dan pandangan manusia terhadap kehidupan orang lain. Seorang pemilik mobil iri kepada petani yang tampak tenang makan di sawah dan mencuci tangan di sungai, sementara si petani justru merasa iri kepada orang bermobil. \u201cBegitulah sawang-sinawang, manusia saling melihat kelebihan orang lain tanpa menyadari nikmat yang telah dimiliki,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disampaikan pula bahwa dulu seseorang mungkin tidak bisa makan sate karena tidak punya uang, namun setelah memiliki uang justru tidak bisa makan karena kolesterol. \u201cArtinya, setiap fase kehidupan memiliki ujian dan nikmat masing-masing. Maka sejak bangun tidur sebaiknya kita awali dengan rasa syukur,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah SAW juga bersabda, \u201cLihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang di atas kalian, agar kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian&#8221;. Pesan ini mengajarkan untuk tidak iri terhadap orang lain, melainkan fokus mensyukuri apa yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, banyak orang bergaji besar atau bahkan koruptor yang tetap merasa kurang. Padahal, hakikat kaya bukan pada banyaknya harta, melainkan pada hati yang selalu merasa cukup. \u201cQana\u2019ah itu ridha dengan ketetapan Allah dan berserah diri pada keputusan-Nya, karena segala yang datang dari Allah itulah yang terbaik,\u201d pungkasnya (Endarwati)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap orang memiliki ujian dan nikmat masing-masing. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam selalu bersyukur dan memiliki sifat qana\u2019ah, yakni merasa cukup atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Ustadz Yudi,SE dalam tausiyah di Masjid Gondangan Sendangadi Mlati Sleman, Kamis 6\/11\/25. Dalam ceramahnya, disampaikan sabda Rasulullah dari Abdullah bin Al-\u2018Ash: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":137,"featured_media":797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/137"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=796"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":832,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions\/832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/donoharjosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}