tradisi ziarah ke makam leluhur yang dijalankan dengan penuh khidmat di Brengosan, khususnya untuk menghormati makam Kyai Brengos dan Nyai Jengkot di kompleks pemakaman utara dusun. Setiap bulan Ruwah, menjelang Ramadan, warga berkumpul membawa bunga kamboja, air, dan daun sirih untuk membersihkan makam, sambil berdoa bersama di bawah pimpinan tetua atau tokoh agama. Suasana nyadran penuh dengan aroma kemenyan dan doa yang menggema, diiringi cerita lisan tentang roh pelindung Kyai Brengos yang masih menjaga dusun. Tradisi ini memperkuat hubungan spiritual dengan leluhur dan memupuk rasa identitas komunal. Anak-anak diajak untuk ikut serta, belajar menghormati leluhur dengan menyiram air ke makam, sehingga nyadran tetap hidup sebagai warisan yang dijunjung tinggi.