acara syukuran yang menjadi momen sakral sekaligus meriah di Brengosan, diadakan untuk memperingati peristiwa penting seperti kelahiran, pernikahan, atau memohon keselamatan dusun. Warga berkumpul di rumah tuan rumah atau balai dusun, menghidangkan tumpeng, ayam ingkung, dan jenang sebagai simbol rasa syukur. Doa-doa dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh, sering diselingi dengan cerita tentang Kyai Brengos, yang mengingatkan warga akan asal-usul dusun. Kenduri mempererat silaturahmi, dengan warga saling berbagi makanan dan cerita, menciptakan suasana hangat penuh tawa. Anak-anak dilibatkan dalam menyiapkan hidangan, seperti mengupas kelapa atau mengantar makanan ke tetangga, sehingga nilai syukur dan kebersamaan tertanam sejak dini. Tradisi ini diwariskan melalui praktik rutin, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial Brengosan