Apa ritus yang ada di padukuhan Wonosari

  • Dodok Lawang / Lamaran
  • Srah-srahan
  • Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar
  • Sesaji / sajen
  • Kenduri / Kenduren
  • Kembar mayang / Rerangken panggih manten
  • Dodol dawet
  • Midodareni
  • Tompo koyo
  • Panggih
  • Tingkepan/mitoni
  • Brokohan / kelahiran
  • Bedah bumi
  • Surtanah
  • Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

Kapan, dan dimana lokasi pelaksanaan ritus?

Dodok Lawang / Lamaran

Di adakan di rumah calon pengantin putri waktu sesui ksepakatan ke 2

Keluarga.

Srah-srahan

Di adakan di rumah calon pengantin putri waktu sesui ksepakatan ke 2

Keluarga.

Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar

Di adakan di pemakaman keluarga calon ke 2 mempelai dan di laksanakan

Sebelum acara kenduri selamatan.

Sesaji / sajen

Dilaksanakan di kediaman calon pengantin putri sebelum kenduri

Kenduri / Kenduren

di kediaman calon pengantin putrid dn ditaruh ditempat yang biasa

digunakan.

Kembar mayang / Rerangken panggih manten

Dibuat di Rumah kediaman calon pengantin putrid saat sebelum acara

Panggih

Dodol dawet

Acara setelah siraman,bopongan dan potong rambut di rumah calon

pengantin putri.

Midodareni

Di rumah calon putri dan sebelum acara panggih

Tompo koyo

Dilaksanakan saat acara panggih

Panggih

Dilaksanakan pada saat pengantin sebelum duduk di pelaminan.

Tingkepan/mitoni

Dilaksanakan saat kandungan usia 7 bulan

Brokohan / kelahiran

Dilaksanakan bayi baru dilahirkan

Bedah bumi

Dilaksanakan sebelum pembuatan liang kubur.

Surtanah

Dilaksanakan setelah jenazah dimakamkan

Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

Harinya menyesuaikan itungan keluarga

 

Siapa saja pelaku  yang terlibat dalam ritus tersebut?

  • Dodok lawang/Lamaran

Yang terlibat adalah keluarga calon pengantin pria / wanita

  • Srah-srahan

Yang terlibat adalah keluarga calon pengantin pria / wanita

  • Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar

Yang terlibat adalah keluarga calon pengantin pria / wanita

  • Sesaji / sajen

Ibu2 rewang yang membantu di belakang/ dapur

  • Kenduri / Kenduren

Semua warga yang di pimpin oleh pak Rois setempat

  • Kembar mayang / Rerangken panggih manten

Pak Rois di bantu beberapa warga

  • Dodol dawet

Ibu2 warga yang bantu memasak dan ibu calon pengantin putrid

  • Midodareni

Warga yang hadir dan tokoh warga setempat

  • Tompo koyo

Kedua orang tua calon penganti dan tokoh warga dan kedua calon pengantin

  • Panggih

Semua warga dan kedua pengantin dan keduaa orangtua

  • Tingkepan/mitoni

Suami istri dan warga yg membantu acara di pandu Rois

  • Brokohan / kelahiran

Warga di pandu rois

  • Bedah bumi

Beberapa warga yang buat liang lahat di pimpin rois

  • Surtanah

Kenduri warga leh semua warga lelaki di pimpin rois.

  • Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

Harinya menyesuaikan itungan keluarga

Semua warga dan rois

 

bagaimana bacaan yang dibaca saat ritus?

Dodok Lawang / Lamaran

Diacara ini tidak ada mantra atau doa khusus,karena sifatnya hanya pihak

calon manten lanang melamar ke calon manten putrid untuk di ajak ke

jenjang yg lebih jauh dari pertemanan biasa,yaitu jejang pernikahan,pihak

orang tua memperbolehkan atau tidak ataupun calon yang dilamar mau atau

tidak

Srah-srahan

Sama acara dengan di nomer sebelumnya,ini juga tidak ada doa2

khusus,sifatnya hanya menindak lanjuti dan menyerahkan ubo rampe

pernikahan.

Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar

Doa masuk kuburan dulu :

Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun,

wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun. Artinya: Assalamualaikum, wahai tempat

bersemayam kaum mukmin, telah datang kepada kalian janji Allah yang

sempat  ditangguhkan besok, dan kami Insyaallah akan menyusul kalian.

doa ke leluhur :

“ Innalillahi wA inna ilahi rojiun, wa inna ila robina  lamunqlibun,

Allahummaktubu,indaka,fiifii muhsiniin, waj ‘al kitab bahu fi ‘illiyyin,

wakhhu fi ahlihi fil ghobirin , wa la tahrimna ajrahu wa la taftina ba’ dahu

Sesaji / sajen

Doa jawa “kagem kyai mong soho nyai mong ingkeng momong jabang bayi

sedoyo  leluhur wonten ing pedukuhan wonosari mriki,pun suwun dongo

pengestunipun,mugi hajat ingkeng badhe lumampah pinanggih sae rahayu

sedayanipun awit saking sak pangandap dugi sak penginggilanipun,

keng makaryo pinaringan slamet sedayanipun, calon temanten pinaringan

rahayu wilujeng sedayanipun,tiyang sepuh  calon pinanganten pinaringan

butuh ingkang kebak mboten lokakkeporo malah torah-turah,,aamiiin.

  • Kenduri / Kenduren

Kabul doanya

“ nyenyuwwun wonten ngarso dalem Gusti ingkeng Anggelar jagad

royo,mugi kaberkahono calon temanten kekalih ngantos kaken2 inen2 sayuk

rukun tembayatan mat sinamatan ,cukup bondo,cukup donyo  lan cukup

kagem sepodo-podo..

  • Kembar mayang / Rerangken panggih manten

“bismillahirrohmannirrohiim,niyat ingsun andamel kembar mayang sekar

kalpataru,kyai joyo ndaru nyai joyondaru,mugi2 waged dados pepasanipun

dauping pinanganten ing mbenjang enjang,sageto ambekto,guyup rukun,

tresno tinresnanan ing antawisipun temanten kkalih,saling setyo, saling

tresno ngantos dumugi ing ndelahan,aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

  • Dodol dawet

Tidak ada ritual khusus,ibu calon manten putrid duduk menyiapkan semua

rerangken minumam dawet,lalu dipanggilkan anak2 agar membeli dawet

dengan uang dari pecah2an piring.

  • Midodareni

“menunggu tumuruning  wahyu jodho

sejati,tumuruning dewo asmro bethoro komjoyo ugi bethari kumoratih,ing

mbok bilih samangkeh temanten kepanggihaken  tansah manggihaken

widodo nir ing sambikolo”.

  • Tompo koyo

Tidak ada ritual doa khusus,hanya sifatnya menyrahkan koyo dari suami ke

istri.

  • Panggih

Tidak ada doa khusus juga

  • Tingkepan/mitoni

“ Rabbi hablii milladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samii’u ddu’a

artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari

sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali Imran: 38)

  • Brokohan / kelahiran

““Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan

hasanan.” Doa anak baru lahir ini, artinya adalah: “Ya Allah, jadikanlah ia

(bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam

islam dengan pertumbuhan yang baik.”

  • Bedah bumi

suatu acara kenduri,yang bermaksud untuk memohon ijin ke danyang sri

semoro bumi,yang tinggal di dusun Wonosari,karena dalam proses

pembuatan liang kubur, ada lemah bengkah,watu pecah dan  oyot pedot

baik yang disengaja ataupun yang tidak di sengaja,keluarga mohon maaf

yang sebesar-besarnya.

  • Surtanah

Sama dengan diatas/bedah bumi.

  • Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

Dongo slamet.

“Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa

        ziyadatan fil-

        ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal- 

        maut, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil

        maut, wannajata minannaari, wal afwa indal hisab.

.

    Apa perlengkapan yang diperlukan untuk ritus?

Dodok Lawang / Lamaran

Oleh2 sekedarnya dan biasanya sekemampuan calon pengantin pria

  1. Srah-srahan

Pisang sanggan,oleh-oleh dr bahan ketan,alat kosmetik,baju wanita,sepatu

Mahar/mas kawin,pesing,pelangkah,buah2an dll

  1. Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar

Bunga 3 warna,minyak wangi.

  1. Sesaji / sajen

Pisang raja 2 tandan,sego tumpeng,aneka buah2an, bancik,lawe,bunga 3

warna,telur ayam local,beras kuning,dupo

  1. Kenduri / Kenduren

Nasi putih,nasi gurih,ingkung ayam jawa ,gorengan,jenang baro2,bunga 3

warna,golong,

  1. Kembar mayang / Rerangken panggih manten

Kelapa muda,janur ,aneka daun kemuning,gedebog pisang,bunga2an,aneka

Buah2an

7 Dodol dawet

Dawet,uang dalam bentuk pecah2an piring,

  1. Midodareni
  2. Tompo koyo

Kantong kain,beras,kacang kawak,uang receh dll

  1. Panggih
  2. Tingkepan/mitoni

Air kembang setaman,janur kuning,keris brojol,iket,tikar pandan,kain

gendong,telur,kendi,

  1. Brokohan / kelahiran

Nasi,srundeng campur kedelai hitam goreng

daging ayam kampung

  1. Bedah bumi

Alat2 untuk pengedukan tanah,sadakan,sajen

  1. Surtanah

Ambengan,tumpeng pungkur,

  1. Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

Nasi putih,nasi gurih,ingkung ayam jawa ,gorengan,jenang baro2,bunga 3

warna,golong,

 

Bagaimana proses rangkaian ritus?

Dodok Lawang / Lamaran

Adalah suatu rangkaian awal proses pernikahan,calon pengantin lelaki

bersama keluarga datang ke calon pengantin wanita untuk melamarkan

anaknya.agar dinikahkan dengan putrinya.

  1. Srah-srahan

Pada hari yang sudah disepakati bersama,antara pihak calon besan pria dan

Wanita,bahwa keluarga calon  pengantin lelaki menyerahkan srono utk

kelengkapan dihari pernikahan yg telah ditentukan

  1. Pensucian nisan leluhur,mohon doa restu agar acara perkawinan lancar

Calon kedua mempelai,diantar orang tua datang ke makam,utk mendoakan

ruh Ruh arwah pepunden yg sudah meninggal.intinya mohon doa kebaiakan

utk pernikahan mereka

  1. Sesaji / sajen

Adat di Jogjakarta memang istimewa,warga yang hendak mengadakan

Hajatan mantenan diharapkan membuat sesaji/sajen,tujuanya adalah untuk

mohon keselamatan dan kelancaran serta tidak merugi  secara ekonominya

pada hari H acara pernikahan,biasanya satu even akan membuat sekitar 3

sampai 4 sajen yang di taruh di tempat yang sudah ditentukan. bisa di

dapur,di tempat buat kembar mayang,ditempat bahan2 yg di olah dll

  1. Kenduri / Kenduren

Dengan mengundang para tetangga dan di imami oleh bapak Rois,keluarga

mengadakan kenduri,tujuanya agar para leluhur dan yang maha kuasa

memberikan kelancaran atas hajatan yang sedang di kerjakan,dan disitu

keluarga memberikan sego berkat

  1. Kembar mayang / Rerangken panggih manten

Kembar mayang merupakan simbol pohon kalpataru pohon kehidupan yang

merupakan symbol dari kasih sayang cinta dan pengorbanan,yang nantinya

akan di pasang dikanan kiri temanten.

  1. Dodol dawet

Merupakan satu rangkaian acara temanten adalah dodol dawet,yang

dilakukan ,yang membeli anak2 dengan uang dr tanah liat oleh ibu calon

manten putri

8. Midodareni

Malem midodareni untuk menunggu tumuruning  wahyu jodho

sejati,tumuruning dewo asmro bethoro kojoyo ugi bethari kumoratih,ing

mbok bilih samangkeh temanten kepanggihaken  tansah manggihaken

widodo nir ing sambikolo.

  1. Tompo koyo

Merupakan suatu perlambang,manakala nnti sudah beruma tangga,semua

hasil dan jerih payah suami akan diberikan sepenuhnya kepada keluarga

melalui sang istr,wujud tanggung jawab suami.

  1. Panggih

Ritual upacara pernikahan dimana kedua mempelai dipertemukan di acara

panggih,setelah mereka resmi sah sebagai suami istri,sah menurut

agama,sah menurut tata praja kapanewon ngaglik dan sah menurut adat

istiadat keraton ngayogyokarto hadiningrat dan mereka juga di panggihkan

dengan sanak saudara dan handai taulan yang datang di acara tersebut.

  1. Tingkepan/mitoni

Merupakan suatu upacara adat jawa,yang dilakukan ketika kehamilanya

memasuki bulan ke 7,tujuanya untuk mendoakan keselamatan ibu hamil dan

jabang bayi yang di kandungnya.acara peringatan seperti ini biasanya hanya

di lakukan pas unyuk anak yang pertama saja.si ibu hamil di mandikan

dengan air  kembang 7 warna,dan kain jarit sampai 7 kali.

  1. Brokohan / kelahiran

Kenduri sederhana setelah kelahiran jabang bayi,biasanya tidak berkumpul

dirumah yang punya hajat,namun langsung di bagikan dari rumah kerumah

kepada warga.

  1. Bedah bumi

Suatu ritual adat,dimana,kelurga yg keluarganya meninggal,menentukan

dimana jasad itu nanti mau dikuburkan,dengan pak Rois mendoakan dan

mengukur panjang lebar tanah yang mau dibuat liang kubur diawali pak rois

dahulu baru dilanjutkn oleh tetangga yang ikut bergotong royong di situ.

  1. Surtanah

suatu acara kenduri,yang bermaksud untuk memohon ijin ke danyang sri

semoro bumi,yang tinggal di dusun Wonosari,karena dalam proses

pembuatan liang kubur, ada lemah bengkah,watu pecah dan  oyot pedot baik

yang disengaja ataupun yang tidak di sengaja,keluarga mohon maaf yang

sebesar-besarnya.

  1. Slametan peringatan kematian hari ke 3 sampai hari ke 1000

     Adalah suatu kenduri slametan yang dilakukan dari hari ke 3,hari ke 7, hari

ke  40, hari ke 100,hari ke 1 tahun, kenduri 2 tahunan  dan kenduri ke 1000

hari,dimaksudkan untuk,memohon ampun,atas semua salah dan dosa

Almarhum/mah dikala masih hidup agar diampuni semua dosa2nya dan

diterima amal baiknya,dan semua keluarga yang ditinggal,selalu diberikan

ketetapan    iman islam dan keteguhan hati setelah di tinggalkan

almarhum,semoga diberikan nikmat kubur dan dijauhkan dari siksa kubur.