Di lingkungan Masyarakat padukuhan Kayunan Dan Watugethek masih memiliki adat istiadat antara lain :

 GOTONG ROYONG Adalah kegiatan Masyarakat yang dilakukan secara Bersama-sama dan sukarela untuk menjaga kebersihan, memperbaiki fasilitas dan membangun lingkungan yang lebih baik.

Contoh gotong royong dilingkungan Masyarakat dusun Kayunan antara lain; membersihkan makam leluhur, membersihkan rumput liar di area lingkungan padukuhan, memperbaiki jalan yang rusak, menjaga dan memperbaiki fasilitas umum antara lain; masjid, gereja, makam dan lingkungan sekitar. Kegitan ini dilakukan untuk menciptakan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pelestarian budaya masyarakat.

KENDURI dalam adat jawa yaitu upacara selamatan berupa acara makan bersama untuk ungkapan rasa syukur doa dan permohonan hajat serta mempererat silaturahmi antar warga masyarakat Kayunan dan Watugethek

Contoh;

  1. Kenduri selamatan bayi
  2. Kenduri mitoni
  3. Kenduri orang habis meninggal.

NYADRAN adalah tradisi masyarakat jawa khususnya padukuhan Kayunan untuk menghormati leluhur dan menyambut bulan suci Ramadhan meliputi membersihkan lingkungan makam, ziarah, tabur bunga, dan puncak acara berupa kenduri dengan pembacaan doa dan tahlil yang di pimpin oleh bapak kaum dilanjukan dengan makan bersama. Tradisi ini mengandung nili Syukur pelestarian budaya gotong royong dan silaturahmi Masyarakat.

Rangkaian Kegiatan Nyadran di Dusun Kayunan dan Watugethek

  1. Persiapan dan pembersihan makam
  2. Tabur bunga.
  3. Kenduri dan tasyakuran
  4. Doa dan Dzikir
  5. Kembul bujono ( Makan Bersama  )

SUPITAN Supitan Adalah upacara daur hidup Masyarakat untuk laki-laki yang bertujuan untuk membersihkan diri dan menuju kedewasaan yang pada umum nya dilaksanakan pada usia 5-10 tahun. Upacara ini biasanya dimulai dengan ritual bersih diri seperti siraman dilanjutan dengan kenduri selamatan atau syukuran untuk memohon kelancaran dan doa restu dan diakhiri dengan pesta syukuran atau perayaan pesta kesenian tradisional untuk menghormati keluarga dan Masyarakat yang ikut berpartisipasi.

KIRAB BUDAYA adalah prosesi atau arak-arakan yang menampilkan kekayaan seni, tradisi dan keagamaan Masyarakat jawa seperti pertujukan seni budaya tradisional, pertunjukan adat, busana adat, arak-arakan tradisional hasil bumi dan symbol-simbol Sejarah daerah, kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pemersatu Masyarakat, dan wujud Syukur atas berkah yang di berikan.

TARUB MANTEN dalam masyarakat Adalah dekorasi yang dipasang disekitar rumah pemilik hajat pernikahan untuk menandakan adanya hajat nikahan, menambah ruang untuk tamu, dan berfungsi untuk penanda harapan akan kemakmuran serta kebahagiaan kedua mempelai.tarub biasanya dibuat dari bahan-bahan alami seperti janur, daun beringin, daun puring dan daun beringin yang melambangkan doa dan perlindungan serta di lengkapi dengan berbagai hasil bumi.

SINOMAN ialah Tradisi gotong royong Masyarakat jawa, khususnya di desa-desa untuk membantu tuan rumah dalam acara besar seperti pernikahan, dengan sukarela tanpa bayaran.