Raden Mas Palang Negoro adalah nama seorang tokoh dalam sejarah Jawa, yang informasinya tidak terlalu banyak ditemukan secara rinci dalam catatan sejarah umum, namun namanya muncul dalam beberapa konteks lokal atau silsilah:

Gelar dan Silsilah: Nama R. Tumenggung Palang Negoro disebutkan dalam silsilah yang tercatat di Desa Canduk, Kecamatan Lumbir, sebagai seorang leluhur yang memiliki putra bernama Panji Hangun-hangun Im (yang kemudian bernama Cinde Amoh).

Makam Lokal: Ada dugaan bahwa makam “Palang Negoro atau keluarganya” berada di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Namun, klaim ini disebut masih belum memiliki riset dan bukti literasi yang konkret.

Gelar Kebangsawanan: Perlu dicatat bahwa Raden Mas adalah gelar kebangsawanan Jawa yang melekat pada keturunan ningrat dari raja/pemimpin yang memerintah (dari keturunan kedua hingga ketujuh). Tumenggung adalah gelar jabatan setingkat bupati.

Tokoh yang namanya memiliki kemiripan dan lebih dikenal adalah Raden Tumenggung Malangnegoro (Mbah Malangnegoro) dari Ngasinan, Padangan, Bojonegoro.

Beliau bernama asli Kiai Tjarangsoko dan adalah tokoh yang membuka wilayah Ngasinan (sekitar 1746–1752 M).

Beliau merupakan bagian dari pasukan Pangeran Mangkubumi (yang kelak menjadi Sultan Hamengku Buwono I) saat melawan Mataram.

Meskipun namanya sering dikira sebagai pasukan Pangeran Diponegoro, secara ilmiah beliau hidup jauh sebelum Perang Jawa (1825 M).

Dengan demikian, Raden Mas Palang Negoro kemungkinan adalah seorang tokoh bangsawan atau pejabat yang memiliki peran dalam sejarah lokal, tetapi informasi detailnya tidak sepopuler tokoh-tokoh besar lainnya.