tradisi pengambilan keputusan bersama yang diadakan di balai dusun, dipimpin oleh kepala dusun seperti Sumarsono atau tetua adat. Warga berkumpul untuk membahas isu-isu penting, seperti perencanaan acara adat, pembangunan fasilitas dusun, atau penyelesaian sengketa antarwarga, dalam suasana penuh hormat dan kebersamaan. Peribahasa seperti “Adigang, adigung, adiguna” sering diucapkan untuk mengingatkan pentingnya rendah hati dan bijaksana dalam bermusyawarah. Musyawarah ini mencerminkan demokrasi lokal dan keadilan sosial, dengan setiap warga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Generasi muda diajak hadir untuk belajar proses pengambilan keputusan, memastikan tradisi ini terus diwariskan sebagai bagian dari tata kelola komunitas Brengosan.