Sebagai dusun agraris yang dikelilingi sawah hijau, Brengosan menerapkan sistem pertanian subak, sebuah tata cara pengelolaan irigasi sawah secara kolektif yang mencerminkan harmoni dengan alam. Warga bermusyawarah di balai dusun untuk menentukan pembagian air irigasi, waktu tanam, dan pembersihan saluran air, sering diiringi doa bersama untuk memohon hasil panen yang melimpah. Petani bekerja sama, menggunakan cangkul dan alat tradisional, sambil berbagi pengetahuan tentang musim tanam. Sistem ini menanamkan nilai keadilan, kerja sama, dan penghormatan terhadap alam, dengan petani senior mengajarkan petani muda tentang teknik bertani dan pentingnya menjaga lingkungan. Subak di Brengosan diwariskan melalui praktik langsung, memastikan sawah tetap subur dan tradisi agraris tetap lestari.