adat istiadat yang mengakar kuat di Brengosan, ditunjukkan melalui sungkeman, di mana anak-anak atau generasi muda bersimpuh meminta maaf dan doa restu kepada orang tua atau sesepuh, terutama saat Idulfitri, pernikahan, atau acara keluarga. Warga juga menunjukkan hormat dengan membantu orang tua dalam aktivitas sehari-hari, seperti bertani di sawah atau mengurus rumah. Peribahasa seperti “Becik ketitik, ala ketara” sering diucapkan oleh tetua untuk mengingatkan pentingnya sopan santun dan ketaatan. Suasana sungkeman penuh haru, dengan anak-anak mendengarkan nasihat penuh makna dari orang tua. Tradisi ini diwariskan melalui teladan langsung, di mana anak-anak belajar dari kebiasaan keluarga, menjadikan penghormatan kepada orang tua sebagai nilai inti kehidupan masyarakat Brengosan.