Salah satu peribahasa Jawa yang sering terdengar di Brengosan adalah “Urip iku urup,” yang berarti “hidup itu harus menyala” atau dalam makna yang lebih luas, hidup harus memberi manfaat bagi orang lain. Peribahasa ini sering diucapkan oleh para sesepuh saat menasihati anak muda agar tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusiuntuk kebaikan bersama. Misalnya, saat kenduri desa, seorang tetua mungkin berkata, “Wong urip iku kudu urup, kaya lilin sing madhangi sakupenge sanajan awake dewe ilang.” (Hidup itu harus bermanfaat, seperti lilin yang menerangi sekitar meski dirinya meleleh.)
Selain peribahasa, pantun juga sering dilantunkan untuk mencairkan suasana atau menyampaikan pesan secara halus. Contoh pantun yang kerap terdengar di Brengosan adalah:
Jalan-jalan menyang Brengosan,
Adhem ayem ing sawah lan rawa,
Yen kowe arep dadi wong apik,
Gotong royong aja seneng nglokro.
(Pantun ini berarti: Jalan-jalan ke Brengosan, sejuk damai di sawah dan rawa, kalau kamu ingin jadi orang baik, gotong royong jangan suka mengeluh