Di Padukuhan Brengosan, Kalurahan Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten
Sleman, Yogyakarta, tradisi lisan bukan sekadar cerita yang mengalir dari mulut ke mulut, melainkan denyut nadi yang menghidupkan identitas dan kebersamaan warga. Di
antara warisan budaya yang kaya, Legenda Ki Brengos menjulang sebagai cerminan
sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa. Cerita tentang Kyai Brengos, tokoh
spiritual dengan kumis tebal yang menjadi asal-usul nama dusun, bukan hanya dongeng,
melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Diceritakan oleh
para sesepuh saat berkumpul di acara kenduri, bersih makam, atau obrolan santai di
serambi rumah, legenda ini membawa tawa, kebanggaan, dan rasa syukur atas warisan
leluhur yang tetap lestari.

Legenda ini mengisahkan Kyai Brengos, seorang ulama yang dihormati, yang
makamnya kini bertahta di utara kompleks pemakaman Brengosan, bersebelahan dengan
makam Nyai Jengkot. Batu nisan berkeramik biru muda menjadi saksi bisu perjalanan
sejarah dusun ini. Lebih dari sekadar cerita, legenda ini mengajarkan harmoni dengan
alam, penghormatan kepada leluhur, dan semangat gotong royong yang mengikat warga
dalam setiap langkah kehidupan.

Namun, kekayaan tradisi lisan Brengosan tidak berhenti pada legenda. Di setiap
pertemuan warga, kenduri, atau momen santai di bawah pohon sawo, pantun dan
peribahasa Jawa mengalir bak air di kali yang jernih. Pantun seperti “Adigang, adigung,
adiguna” atau peribahasa “Becik ketitik, ala ketara” menjadi pengingat akan pentingnya
rendah hati dan bijaksana dalam menjalani hidup. Tradisi ini bukan hanya hiburan,
melainkan juga sarana pendidikan yang lembut, menyampaikan nasihat, mempererat tali
silaturahmi, dan mewariskan kearifan lokal kepada generasi muda.

Setiap kali warga berkumpul, baik dalam upacara adat seperti nyadran, ruwahan,
atau perayaan sederhana di balai dusun, cerita, pantun, dan peribahasa ini hidup kembali.
Mereka menjadi pengingat bahwa Brengosan bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga
rumah bagi jiwa budaya yang terus bernapas. Dengan semangat kebersamaan dan upaya
pelestarian melalui komunitas budaya seperti Tembi Rumah Budaya, warisan lisan ini
terus dijaga, memastikan bahwa cerita Ki Brengos dan nilai-nilai Jawa tetap abadi di hati
warga Padukuhan Brengosan