Dalam rangka Safari Dakwah Syekh Ustadz Dr. Yahya jaber dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Padukuhan Donolayan Donoharjo menggelar tabligh akbar di Lapangan Donolayan pada Senin 25/8/25.

Bapak Arif Irnawan, Dukuh Padukuhan Donolayan menjelaskan bahwa tabligh akbar ditujukan untuk meningkatkan pemahaman Al Qur’an sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW. “Kami berharap masyarakat semakin memahami tentang Alquran dan dapat menghidupkan cahaya Alquran di setiap keluarga”.

Adapun Ustadz Yahya Jaber dalam tausiahnya menekankan agar berhati hati dalam menjaga perilaku. ‘ Karena jika kita mendholimi orang lain maka akan diminta pertanggungjawabannya di akherat kelak.”

Ustadz Yahya Jaber mengumpamakan orang yang beramal shaleh tapi tetap melakukan kedholiman seperti belanja dengan kantong bolong, tidak pernah dapat terisi penuh karena barang belanjaan jatuh melalui kantong yang bolong”.

“Namun walaupun melakukan kedholiman, selama nasih ada jatah umur maka pintu rohmat masih terbuka . Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW bahwa seseorang yang bertaubat dari suatu dosa bagaikan orang yang tidak pernah melakukan dosa.”

“Cara bertaubat yang pertama dengan memperbanyak istighfar karena istighfar merupakan sunah para Nabi dan Rasul baik Nabi Adam AS, Nabi Yunus, Nabi Isa maupun Nabi Muhammad SAW.”

Cara taubat kedua setelah istighfar adalah dengan memperbanyak amal sholeh. “Ikutilah amal buruk dengan amal baik, maka amal baik akan menggugurkan dosa dosa.”

“Taubat yang ketiga, yang berhubungan dengan sesama manusia adalah dengan menyelesaikan hak dan kewajiban kepada sesama manusia karena semua akan dihisab dihadapan Allah SWT bahkan atas sesuatu yang kecil harganya apalagi masalah pinjam meminjam”, jelas Syaikh Ustadz Yahya Jaber yang merupakan adik kandung almarhum Syaikh Ustadz Ali Jaber.

Cara taubat yang keempat dengan memperbanyak sedekah sebagaimana perintah Allah SWT kepada Rasulullah. “Ambillah harta untuk membersihkan dan mensucikan jiwa. Jauhkanlah neraka meski hanya dengan segenggam kurma”, tandas Seikh Ustadz Yahya Jaber. (Endarwati)